Solusi Irit Uang Saku Untuk Anak Sekolah Dari Cara Jajan di Sekolah

Uang jajan untuk sekolah semakin lama semakin mahal. Ini akan membuat para orang tua semakin tertekan dengan pengeluaran uang jajan untuk anaknya. ini saya memberikan solusi untuk mengirit uang dengan membawa bekal sekolah tanpa harus memberikan uang saku.

Pada saat dulu seperti saya sebagai orang tua mungkin uang saku yang kita miliki untuk 1 hari adalah rp1.000. sementara untuk saat ini anak kita sudah memaksa untuk memberi uang sakunya minimal rp5.000. ini adalah sebuah perbedaan di mana antara uang saku yang kita miliki dulu dengan anak kita saat ini sangat jauh berbeda.

Sebagai orang tua dan anak yang sadar akan keuangan orang tua harusnya sudah memiliki solusi bagaimana caranya untuk mengirit uang saku.

Cara Irit Uang Saku Untuk Anak Sekolah 

1. Wajib Sarapan

hal yang sangat penting untuk anak sebelum berangkat sekolah adalah sarapan. Sarapan merupakan hal yang sangat penting, karena dengan sarapan sama halnya menyimpan atau menambah stamina anak untuk semangat belajar di sekolah. Alat agar anak bisa menahan diri nya sampai siang tanpa harus mengeluarkan uang tambahan.

Sejak dini seorang anak harus dipelajari untuk irit uang dan menyimpan uang saku. Setidaknya uang saku yang dia simpan bisa lebih banyak bentuk membeli kebutuhan penting lainnya.

2. Membawa Bekal dari Rumah Setiap Hari

Salah satu hal utama untuk mengirit uang saku untuk anak adalah membawa bekal makanan dari rumah. Bekal dari rumah bisa seperti nasi, minuman dan makanan lainnya. setidaknya tanpa uang saku anak tersebut masih bisa memakan makanan hingga kenyang. Membawa bekal makanan merupakan solusi irit kedua setelah sarapan di rumah.

Jika anak tersebut tidak mau membawa bekal makanan berat, anda sebagai ibu bisa memodifikasi makanan dalam bentuk lain seperti gorengan, mie goreng, pentol, dan masakan lainnya. Sesuaikan dengan keahlian anda sebagai ibu untuk memodifikasi makanan seenak mungkin menurut anak karena setiap lokasi berbeda-beda secara.

Setidaknya sebagai ibu dan ayah bisa memotivasi anaknya agar tidak malu untuk membawa bekal makanan. hal ini juga bisa menjaga kesehatan seorang anak dari gizi daripada membeli jajan di sekolah.

3. Pelajari Sejak Dini Untuk Tidak Suka Jajan

seorang anak jika ingin membeli jajan dan tidak dituruti oleh orang tua biasanya anak tersebut akan menangis. Perbuatan menangis adalah perbuatan yang wajar karena namanya anak kecil. sebagai orang tua kita perlu tahu bagaimana menanggapi anak yang nangis karena aku ingin jajan dengan benar-benar memaksa atau merayu meskipun dengan nangis.

Sejak dini alangkah baiknya anak tidak diperkenalkan dengan sebuah makanan dari jajan. Jikapun anak tersebut menangis karena tidak dituruti dengan jajan biarkan saja untuk sementara waktu. Anda sebagai orang tua bisa memberikan di lain waktu. Ini bisa untuk mendidik anak Anda agar tidak mudah dan tidak suka jajan. Lebih-lebih anak tersebut lebih suka menabung daripada jajan.

4. Membawa Air Minum Sendiri Saat Beraktivitas

biasakan kepada anak kita untuk ke mana pun dan di mana pun membawa air minum. Selain membawa kesehatan untuk badan anak juga bisa irit dari anak untuk membeli jajan atau minuman.

Tanpa kita sadari kita sebagai orang tua dan anak selalu membutuhkan air minum. Jika saja kita tidak membawa air minum secara otomatis kita harus mengorbankan uang untuk membeli air. Jadi solusi irit untuk pengeluaran uang saku yaitu dengan membawa bekal air minum.

5. Belajar Menabung

Belajar menabung merupakan hal dasar yang harus dibiasakan untuk anak sejak dini. Pesannya jika anak kita memiliki uang saku rp5.000 di setiap waktu, kita bisa menghasilkan uang menyisihkan uang 2000 saja. uang rp3.000 bisa digunakan untuk membeli jajan dan 2000 nya digunakan untuk menabung.

Jika anak kita menabung uang 2 ribu setiap hari setiap minggunya adalah rp14.000. Dalam sebulan bisa mencapai rp54.000. dan jika saja dalam satu tahun bisa punya uang saku rp650.000 an. cara yang sangat sederhana dan memberikan hasil yang maksimal dari menabung.

Menabung mungkin cukup sulit karena posisi sedang berusaha untuk irit pengeluaran uang saku. Tapi cara inilah yang harus anda lakukan dan harus anda lewati saat sedang sekolah.

6. Bekerja Paruh Waktu

pekerja paruh waktu mungkin cukup sulit sebagai anak untuk mendapatkan uang saku sampingan. Setidaknya seorang anak diajari untuk berjualan dengan cara yang mereka bisa. Jualan yang bisa anak sekolah lakukan adalah dengan menjual makanan ringan ke teman kelasnya. Misalnya anak membawa sekantong besar roti dari orang tua untuk dijual di sekolahan sambil sekolah. Anak bisa menjualnya pada saat istirahat atau sebelum masuk dan saat pulang. Hal ini tidak akan mengganggu konsentrasi anak untuk belajar.

7. Pandai dalam Memilih Teman Dekat

Solusi irit untuk uang saku salah satunya adalah pandai dalam memilih teman. Setiap anak pasti suka membeli jajan sehingga uang sakunya cepat habis. Namun tidak semua anak seperti itu. Tentu ada juga anak yang berusaha unit uang saku dengan membawa bekal tanpa harus membeli jajan. Teman seperti itulah yang harus anak dekati agar bisa irit sehingga bisa menyimpan uang saku lebih banyak.

Maka dari itu pentingnya orang tua sejak dini sebelum anak di sekolahkan harus dibawa ke lingkungan positif. Artinya anak tidak dipertemukan dengan anak-anak yang suka beli jajan. Jika perlu selalu acak di rumah saja untuk bermain dengan orang tua. Ini akan membuat anak menjadi lebih dekat dan lebih nurut orang tua.

8. Membuat Daftar Belanja

Cara lain untuk lirik dari membawa bekal agar uang saku tersimpan memiliki banyak adalah membuat daftar belanja. Jadi untuk juga orang tua perlu belajar mencatat setiap pengeluaran yang dikeluarkan. jika Prabowo setiap hari dan setiap waktu meskipun penawaran tersebut dengan harga yang receh.

Meskipun pengeluaran anda tetap banyak setidaknya Anda bisa melihat rekapan dari pengeluaran anda. Anda bisa menyimpulkan sendiri dengan yang sudah anda catat. Semoga dengan membuat daftar belanja dapat memberikan solusi irit dapat memberikan kepada anak tanpa uang saku.

Berbelanja sepertinya sepele namun ini adalah sangat penting. Semoga untuk anda terbiasa dengan mencatat setiap pengeluaran anggaran belanja.

9. Bersedekah

Apakah bisa dengan bersedekah Kemudian Anda sebagai orangtua dan anak bisa mengirit uang simpanan? Itu sangat berpengaruh sekali. Bersedekah adalah memberikan sesuatu yang kita punya kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Secara logika mungkin karena uang saku kita semakin lebih cepat habis. Percayalah bahwa Allah akan memberikan balasan yang lebih besar kepada siapa pun yang berbuat baik. lebih-lebih jika Anda memang orang yang tidak punya apa-apa Namun mampu bersedekah maka Allah pasti akan memberikan yang lebih besar dari yang anda kira.

Semoga dengan penjelasan di atas tentang cara irit uang saku dengan membawa bekal makanan dapat memberikan manfaat untuk anda semua.

Baca juga

Posting Komentar