Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Tips Ampuh Menulis Cerpen untuk Pemula
SERBARENA - Kamu hobi membaca dan menulis? Ingin membuat sebuah cerita pendek namun kamu bingung harus mulai dari mana? Atau kamu tiba-tiba mendapat ide bagus tapi buntu bagaimana cara menuangkan idemu dalam sebuah karya?

Cerpen atau cerita pendek adalah bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa, dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis. (Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Cerita_pendek)

Nah setelah tahu apa pengertian cerpen, kamu juga harus baca tips-tips ampuh untuk membuat cerpen. Nah apa saja tipsnya? Simak yuk!

Tips Ampuh Menulis Cerpen untuk Pemula

1. Tentukan Tema

Tema adalah ide atau gagasan yang mendasari  sebuah cerita. Tema bisa beragam macamnya; ada tema cinta, keluarga, pendidikan, sosial, politik, dan sebagainya. Nah tips untuk kamu yang masih pemula dalam menulis cerpen, carilah tema yang sederhana. Pilihlah tema yang berhubungan dengan kehidupan sehari-harimu. Pengalaman juga boleh kok. 

 Usahakan untuk tidak menggunakan tema-tema berat seperti penelitian atau sejarah ya guys, karena nantinya selain kamu harus menulis ceritamu,- kamu juga harus melakukan riset detail. Itu akan sedikit lebih merepotkan.

2. Hidupkan tokoh 

Tips selanjutnya untuk menulis cerpen adalah, bangun tokoh dan karaktermu. Tokoh harus senyata mungkin yah guys. Jangan sampai kamu bikin para pembaca mengernyit heran dengan tokoh yang kamu ceritakan. Walaupun yang kamu ceritakan adalah tokoh khayalan sekalipun, usahakan tetap bisa membuat pembaca ngeh dengan apa yang kamu maksud.

Nah untuk tips membangun tokoh dan karakternya dalam ceritamu, kamu bisa tuh membayangkan karakter tokohmu dengan orang-orang di sekitarmu. Atau dengan orang-orang didunia nyata. Visualisasikan tokohmu semirip mereka. Itu bisa memudahkanmu saat menulis, ketika kamu membayangkan tokoh dan konfliknya dalam benakmu. Seperti memutar film.

3. Buat konflik yang sederhana, dengan melibatkan beberapa tokoh yang tidak terlalu banyak. 

Seperti yang kita tahu, bahwa cerpen adalah cerita yang singkat dan langsung pada intinya. Nah maka dari itu, buatlah konflik atau permasalahan sederhana dan tidak melibatkan banyak tokoh. Kenapa? Sebab konflik terlalu rumit dan tokoh yang banyak membuat penyelesaian konflik akan semakin lama. Bisa-bisa malah ada yang belum selesai. Kan ribet?

4. Gunakan Alur Maju

Alur atau plot merupakan urutan terjadinya peristiwa. Secara garis besar, alur ada tiga macam nih. Ada alur maju, alur mundur juga alur campuran. 

Nah untuk kamu yang masih pemula saat menulis cerpen, kamu bisa pakai alur maju. Alur ini lebih memudahkan kamu karena alur ini berjalan runtut ke masa depan. Kamu tidak perlu membuat ceritamu berbelok-belok. Cerita dengan alur maju pun lebih mudah dipahami pembaca. 

Contoh alur maju : kamu menceritakan perjuangan tokoh utamamu dari sekolah, kuliah dan sukses setelah bekerja.

5. Pakai sudut pandang yang unik

Tips selanjutnya adalah gunakan sudut pandang, yang mana orang-orang tidak menyangka kamu akan pakai sudut pandang seperti itu. Sudut pandang yang spesial ini akan membuat para pembaca mengenal siapa penulisnya. Bisa jadi malah cerpenmu selalu dinanti-nanti karena punya ciri khas.

Misalnya : apa pendapat kalian tentang kerupuk? Aku selalu iri pada kerupuk. Kulitnya putih bersih dan badannya ringan. Dan dia selalu dicari orang. Tidak sepertiku.

6. Mulai menulis. 

Udah baca tips-tips diatas tapi masih mager buat nulis? 
Ayo semangati dirimu. Menulis itu mudah, apalagi di zaman sekarang. Kamu bisa tuangkan idemu di buku kecil yang biasa kamu bawa ke mana-mana. Kamu bahkan bisa menulisnya dalam smartphone mu. Ada banyak aplikasi yang bisa kamu download secara gratis untuk mendukungmu dalam menulis. Jadi tunggu apalagi?

7. Perbanyak referensi bacaan dan berlatih

Setelah mulai menulis, kamu akan jadi lebih terbiasa. Banyaklah membaca buku untuk mendapatkan referensi dan memperbanyak kosakata. Teruslah berlatih menulis apa saja yang terbesit diotakmu, kapan pun dan dimana pun. Kamu akan jadi penulis hebat.

Selingi untuk jalan-jalan juga ya guys. Untuk me-refresh otak kita yang mudah jenuh.

8. Buatlah kerangka sederhana dari awal dan bagaimana cerita itu akan berakhir dalam satu paragraf. 

Ini nih yang sering diabaikan oleh para penulis pemula. Kerangka. Sangking enaknya menulis, eh pas ditengah-tengah ada urusan, pas balik mau nulis lagi. Eh lupa. 

Nah di sinilah pentingnya kerangka. Kamu bisa membayangkan bagaimana kisahmu akan berakhir, dan tidak melebar ke mana-mana. Kerangka juga bisa berfungsi sebagai pengingat loh, pas kadang-kadang kamu lupa mau nulis apa atau mau melanjutkan kayak gimana. So jangan lupa untuk menulis kerangka ceritamu ya guys.

9. Jurus terakhir, yang paling ampuh : kalau sudah mentok, ya udah anggap saja tamat.

Pernah merasa buntu ditengah-tengah? Udah mikir keras, tapi nggak nemu-nemu inspirasi? 

Jangan menyerah karena mentok guys. Anggep aja kalau mentok berarti tamat. Sesimpel itu. 

Kenapa? Karena jika kamu terlalu memikirkan kebuntuan idemu, kamu akan terhambat untuk menyelesaikan karyamu yang lain. Kan sayang banget tuh. 

Itulah tips-tips menulis cerpen ala mimin. Udah siap nulis sekarang? Udah nggak bingung lagi?

Semangat yah! Kamu pasti bisa! 

2

Flashback ke setelah episode 1...

Kakak Rani kecil pergi meninggalkan rumah akibat dari perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya, orang tua Rani merasa kakaknya sudah diluar dari batas karena sering membawa laki-laki ke rumah dan sering pergi tanpa izin. Rani merasakan hancur seharusnya gadis seusianya mendapatkan kasih sayang yang lebih perhatian dan lain sebagainya namun malah sebaliknya Rani harus memahami keadaan yang tak seharusnya ia pikirkan.


Hampir selama 14 hari orang tua Rani jarang di rumah Meraka pergi mencari kakaknya yang pergi entah kemana hingga pada saat malam darihenpon yang ditinggalkan oleh kakak Rani berbunyi


Tring….tring….tring…halo ( saut Rani)


Halo dek ini kakak( sambil menangis) jangan sedih ya kakak sekarang udah kerja kok udah enak bilang ibu dan bapak tidak mencari lagi kakak dimana..kakak bahagia Tut…Tut…Tut…bunyi telpon yang sudah di matikan oleh kakak Rani


Kakak…kak Rani terus memanggil dan tak ada jawaban

Siapa nak (ibu Rani bertanya dengan binggung)

Kakak Bu (jawab Rani)


Dari telepon itu nomornya disembunyikan dan sulit untuk dilakukan pencarian, hilangnya kakak Rani memmang tidak dilakukan pelaporan karena ibu dan ayah Rani takut Keluarga dari laki-laki yang akan di jodohkan mengetahui. Rani kecil selalu berdoa semoga kakaknya lekas pulang agr kedua orang tuanya tidak bersedih lagi.


Rani tidak memikirkan ujian nasional yang akan di selenggarakan 5 hari lagi dengan beban di pikirkan Rani ia hanya ingin melupakan segalanya tentang masalahnya yang sedang dihadapi oleh dirinya, Rani sangat menyukai suasana hening, ia tidak begitu tertarik dengan permainan bersama teman-teman sebayanya apa lagi di usianya banyak temannya yang sudah pacaran, pacaran saja Rani tidak mengerti dan hanya satu di pikirkan Rani laki-laki itu hanya penghancur dia membenci laki laki.


Ujian nasional akhirnya berlangsung sungguh Rani tidak begitu mengerti dengan apa yang ada didepannya, Rani memang tak begitu pintar apalagi saat di kelas Rani lebih suka bermain dari pada belajar apalagi guru di sekolahnya pilih kasih. Hanya memperdulikan siswa yang disayanginya. Orang tua Rani juga tak begitu perduli dengan Rani hingga Rani pun cuek pada segalanya termasuk dengan ujiannya yang ditakuti oleh semua temannya.


Rani mengerjakan dengan asal asalan. Benar sekali hasilnya ujian Nasional Rani benar-benar ta memuaskn dia urutan terendah ke 10. Dan orang tua Rani cukup cuek pada Rani. Rani pada saat itu akan di taruh di sekolah yang dekat dengan rumahnya ia tak mau dan ia ingin sekali bersekolah di sekolah yang libur di hari Minggu dan ia bersekolah jauh dari rumahnya dengan sarat ia harus bisa mendapatkan peringkat disekolah Rani sepakat pada sarat itu akhirnya di sekolahkan pada sekolah yang jau dan libur di hari Minggu.


SMP itu benar-benar berbeda temany pun aneh-aneh bagi rani yang polos. Disana temanya perempuannya banyak yang sudah panda bersolek, dalam hati saat Rani disuruh memperkenalkan diri “ini mereka mau sekolah apa mau nari sih hehe” 


Halo perkenalkan nama saya Rani

Halo rani (teman Rani menjawab ) 


Kakak kelas nya menyuruh Rani duduk benar saja ranj sebagi siswa baru masih harus di MOS, Rani duduk dan emang Rani gadis cuek dan pendiam, 

Baca juga : Tips Ampuh Menulis Cerpen untuk Pemula

Hai rani nama aku yesy

Oh Hay yesy 


Lalu terdengar kakak kelas  yang bisa di bilang idola karena bakatnya menyanyi tapi emang sih keren, Rani yang di di pandang begitu cuek dan datar dengan pandangan padahal seisi kelas membicarakan bahwa kakak kelasnya itu tampan tapi tak sedikit pun Rani menoleh, Rani asik denga bukunya.

Hingga waktu istirahat tiba kakak kelas itu menghampiri rani Yang tengah asik sama yesy bercerita tentang sekolahnya yang dulu.


Oh Hay dek?

Iya. Kak saut yesy

Namamu siapa ?

Yesy kak

Bukan kamu dek tapi yang satunya

“ Rani”(tetap cuek)

Boleh aku ikut gabung dengan kalian 


Rani berdiri dan langsung pergi dengan alasan ke kamar mandi. Entah saat itu Rani hanay ingin dapat peringkat disekolah sebagaimana janji pada kedua orang tuanya. Saat malam MOS terakhir kakaknya di saat api unggun tengah bernyanyi 

Lagu ini untuk Rani 

Rani terkeju dengan ditatap oleh semua temannya, Rani hanya melihat kakak kelasnya dengan wajahnya yang kesal dan cemberut,hal itu malah membuat kakak kelasnya tersenyum, kakak kelasnya itu bernama  Ahmad. 

Alunan gitar di tengah api unggun dan nyayian merdu Ahmad membuat suasana terasa indah bagi semua siswa tapi bagi Rani itu momen memalukan. Ia sangat 


Bersambung...

Cerpen (Cerita Pendek) Rani Sang Merpati Episode 3


Sambungan dari episode 2 sebelumnya

Hingga saat kelas 3 belalu Rani mulai memilih kuliah dan sebelum kuliah ia bekerja di salah satu toko di pasar dekat rumahnya dengan gaji yang tidak seberapa tapi ia telateni karena buat biaya ia kuliah. Rani berhasil keterima kuliah dengan biasiswa lagi. Sungguh bahagia kedua orang tuanya, Rani pada saat pertama kali ke kampusnya berangkat bersama teman-teman naik bus. Itu kali pertama Rani naik bus.

Pada saat ia sampai  di pemberhentian bus yang terakhir ia dan teman-temannya di jemput kakak kelasnya yang bernama Miftah. Kakak kelasnya itu pria yang disukai teman-temannya Anas dan nur, pada saat itu Rani Cuma punya perasaan kagum aja gak seperti teman-temannya yang menurut dia lebay. Pertemuan pertama menurutnya biasa aja kesan berma pria yang menjadi impian teman-temannya. 

Rani fokus dengan tujuannya dan Rani termasuk pendiam jadi ya memilih jalan dibelakang saja padahal teman-temannya genit sama kak miftah. Rani terkesan takut malah sama kak miftah. Dan saat kedua kali ke kampusnya untuk validasi saat itu lah perasaan aneh itu muncul. 

Saat itu sedang hujan lebat dan banjir juga kebetulan Anas dan nur bebadan kecil yang membuat mereka bisa di bonceng 3 sama kakak perempuannya Anas yang ada di Kampus itu, Rani di bocong dengan kak miftah karena dia bebadan besar tapi bukan gemuk. Motor kak miftah mogok dan saat itu ia melihat jelas wajah kak miftah yang menurutnya manis. 

Kak miftah menyapa beberapa teman perempuannya yang sedang lewat. Dan entah apa di situ Rani melihat kak miftah begitu keren tapi ia menyembunyikan perasaan itu karena ia tau temannya sangatlah menyukai kak miftah ia menjauh dan tidak pernah berkomunikasi dengan kak miftah saat bertemu saja ia pura-pura tidak melihat ya kak miftah juga tidak tau sih.

Setelah sekian lama ada kejadian lucu menurut Rani Hp Rani jatuh dan pecah sunguh Rani kebingungan Rani meminta tolong pada temannya Zaki dan ternyata ia sedang pulang kampung akhirnya ia beranikan telpon ke mas Miftah “ assalamu’alaikum, kak bisa mintak tolong buat anter benerin hp saya yang jatuh dan pecah” kak miftah menjawab dengan baik permintaan tolong itu iya wajar lah Rani kan adik kelasnya. 
Dia mengajak muter-muter cari yang bisa benerin dan tidak ada yang cocok ke esokan harinya rani meminta tolong lagi “ assalamu’alaikum kak sedang sibuk, kak bisa antar saya ke Surabaya menemui kakak ipar saya biar di servis kan kakak ipar saya saja “ iya dek” kami berangkat naik motor kak miftah ke Surabaya untuk pertama kalinya perasaan ini berdebar dan sambil sesekali melihat ke arah spion melihat wajah kak miftah.

Pertama kali itu membuat jantung Rani mau lepas tiba-tiba ada mobil yang belok kak miftah mengerem mendadak duh seketika tubuh Rani menempel dengan jantung yang berdetak kencang bukan jatuh cinta kali itu tapi ketakutan.

Hingga beberapa kali mutar-mutar nyari tempat kerja kakak ipar Rani dan akhirnya ketemu pada saat pulang itu tangannya kak miftah megang kaki Rani sambil menenangkan Rani yang masih takut naik motor. Sungguh perasaan Rani jadi makin tidak karuan tapi ya begitu Rani , ia bisa menyembunyikan perasaan dengan baik. Sejak saat itu ia menjadi dekat dengan kak miftah.

Rani sering di ajak keluar dengan kak miftah entah kemana saja. Dan terakhir diajak keluar ke sebuah makan di kota Madura. Jujur saja Rani tidak pernah kemakam Rani ikut saja dan ikut sholat sambil mambaca Yasin saja, setelah dari makam Rani diajak berhenti dan di tanya sama kak miftah “ jika punya pacar gimana?”, Rani menjawab “ tidak ingin pacaran karena takut diatur-atur”, lalu muka kak miftah jadi aneh dan langsung diajaknya balik ke asrama sambil diam seribu bahasa tuh kak miftah. 

Beberapa hari kak miftah tidak menghubungi setelah kejadian itu. Hingga beberapa hari kemudian kak miftah menghubungi dan mengajaknya bertemu Cuma duduk saja ditaman dan Cuma sebentar , malam harinya ia menceritakan tentang gadis yang ia sukai, perasaan Rani tiba-tiba sakit dan nangis, tapi Rani sadar bahwa hanya dirinya yang menyukai kak miftah. 

Temanya nur yang menyukai kak miftah malah menceritakan segala hal yang Rani ceritakan. Tiba-tiba paginya kak mifta mengajaknya bertemu dan jalan-jalan pagi lalu mengungkapkan perasaannya jika ia menyukai Rani, Rani terkejut dan kaget Rani tidak bisa menjawab setelah Rani tidak memberikan jawab dengan tega kak miftah membiarkan Rani pulang jalan kaki menuju asrama mahasiswa. 

Rani kuliah dan tepat jam 10 Rani memintak bertemu dengan kak miftah untuk menanyakan terkait pagi hari tadi. Kak miftah datang lalu ia mengungkapkan perasaannya pada Rani dengan tanggan yang bergetar dan Rani menerima.

Cerpen (Cerita Pendek) Rani Sang Merpati Episode 2


Sambungan dari episode 1

Pada saat Rani kelas 6 sekolah dasar Rani kecil malah menghadapi masa-masa sulit yang harus dilalui oleh gadis kecil, yaitu masalah keluarga yang harus membuatnya menjadi dewasa dan kuat.

Kakak perempuannya Sri di jodohkan dengan seorang laki-laki yang menurut keluarganya baik dan Sholeh namun Sri sudah memiliki kekasih dengan paras seperti preman. Sri lebih memilih kekasihnya daripada keluarga yang sudah membesarkannya dan sri memilih kabur dari rumahnya. 

Sungguh Rani kecil yang ditidak paham dengan kondisi itu harus bisa paham. Rani yang harus kuat, Rani harus jadi dewasa disaat kedua orang tuanya mencari kakaknya. Mencari kesetiap teman-teman kakaknya sampai kedukun juga. Karena kejadian itu Rani kecil sampai sering kerasukan dan membuat mata batin Rani kecil terbuka. Hemmm serem kan untuk usia 12 tahun rani kecil bisa melihat apa yang orang lain tidak bisa  melihat. Rani kecil ketakutan tapi dia tidak bisa cerita kesiapapun. 

Menangis setiap malam dia harus ditinggal kedua orang tuanya mencari kakaknya. Dari situ ia mengenal hantu yang dia jadikan sahabat yang diberikan nama miza setiap malam miza yang menemani dia. Miza tidak seram menurutnya karena miza juga masih kecil dan miza juga baik menurut dia. 

Hingga lebih satu bulan. Rani kecil mulai bisa peka Rani kecil dalam mimpinya melihat kakaknya ada dirumah pacarnya itu dan pacarnya lah yang menyembunyikan Sri “ bu. Rani mimpi lihat Mbak Sri Bu di rumah kecil di Deket sawah sama laki-laki tapi laki-lakinya itu. Bu kayak preman serem pakek tato bunga” ibunya awalnya tidak perduli dan menceritakan pada bapaknya Rani dan bapaknya mulai ingat dengan pacar kakaknya lalu pagi itu juga orang tuanya langsung pergi kerumah pemuda itu bersama dengan beberapa orang. Dan benar saja kakaknya ada disana dan mau berangkat kerja. Saat itu juga kakak perempuannya di ajak pulang dan laki-laki marah dengan hampir setiap hari rumah Rani didatangi makhluk seram.

Hingga Rani mulai memasuki sekolah menengah pertama (SMP) Rani masih diam dengan kemampuan yang dia miliki. Masa SMP ini masa kecil Rani yang seperti di neraka berangsur-angsur membaik. Kakak Rani yang akhirnya menikah dengan pria pilihan orang tuanya. Rani yang ceria dan periang kembali. Rani punya banyak teman-teman dan satu geng dengan nama tiga R yang terdiri dari Rani, riza, dan Reni.

Mereka selalu bermain tapi bukan permainan anak dewasa lebih pada permainan anak kecil ya maklum aja masih kelas satu SMP. Rani yang waktu sekolah dasar menjadi tempat pembulian saat SMP Rani menjadi teman yang paling dicarai dan tidak main-main Rani yang waktu sekolah dasar nilainya jelek dan tak pernah bagus waktu SMP selalu mendapat peringkat 1 apalagi kemampuan dari dalamenulis menjadikan dirinya pemenang lomba membaca puisi se tingkat SMP di kecamatannya. 


Kebahagiaan itu tidak lama Rani kecil harus melihat kakak perempuannya berulah lagi dia pergi meninggalkan rumah suaminya dan kabur entah kemana dan membuat ibu Rani langsung terkena penyakit jantung. Rani rasanya hancur, Rani cerita pada reni “ aku kok gak bisa kayak kamu ya keluarga e normal” Reni memeluk Rani dan bilang “ kita sek kecil jadi gak usah mikirin kedaan orang dewasa”. 

Rani yang pada awalnya termasuk pandai nilainya mulai turun dan mendapatkan peringkat 3 Rani sangat sedih tapi kata bapaknya “ Rani kaget ya sama kondisi ibu yang sakit, dan mbak yang hilang lagi, jangan dipikirkan ya Rani harus buat bapak banga dan gak sia-sia kerja keras ya”. 

Dan lagi malam itu Rani diberikan mimpi tempat kakaknya bersembunyi “ bapak, Rani mimpi lihat mbak di rumahnya temannya pak namanya mbak Puri” sekali lagi bapaknya percaya dan benar mbaknya disana lalu dibawa pulang dan ditanya maunya apa. Keluarga suami kakak perempuannya juga dihubungi untuk datang dan Rani Cuma bisa mendengarkan suara dari kamarnya hingga keputusan dibuat kakak perempuannya Rani memilih bercerai. Ibu Rani pun semakin sakit. Hingga perceraian itu benar-benar terjadi .

Ibu Rani sampai masuk rumah sakit dan Rani yang mulai kelas 2 di hantui kalau misal ibunya harus pasang ring maka dia harus rela tidak melanjutkan sekolahnya. Namun beruntungnya Rani dia mendapat beasiswa dan pada kelas 2 itu ada lomba menulis cerpen dan Rani termasuk juara 2 dengan mendapatkan uang Rp 500.000,00 uang itu dia taruh disekolah dan sebagai tabungan Rani. Ibunya Rani sudah bisa pulang dan tidak jadi memasang ring karena dianggap masih kuat keadaannya. Rani cukup bahagia dengan kabar itu. 

Kakak perempuannya memilih tinggal dirumah pamannya yang ada di Surabaya. Masa SMP itu Rani juga mulai mengenal perasaan suka dengan lawan jenis, Rani lelaki yang ia sukai juga menyukai dirinya tapi Rani sudah memiliki prinsip kuat tidak mau pacaran karena takut bakal sama kayak kakaknya yang jadi gila.

Laki-laki mengungkapkan perasaannya disaat Rani menjabat sebagai calon ketua OSIS yang baru dan laki-laki itu ketua OSIS yang lama dia termasuk idola di sekolahnya menurut teman-temannya ia tampan dan keren.

Setiap pulang sekolah Rani selalu diikuti ya emang searah sih jalan pulangnya. Rani selalu sama Reni dan resa yang beriringan sama laki-laki itu namanya Achmad , Achmad menyukai Rani karena Rani cantik dan apa adanya. Ya gimana tidak apa adanya Rani aja gak bisa dandan. 

Rani mulai nyaman dan seperti memiliki teman yang lebih mengerti dirinya hingga suatu hari Reni yang dari Ngawi mengajak Rani dan resa untuk kerumah neneknya dingawi konyol kan anak yang baru kelas 2 naik motor Sampek Ngawi. Rani takut yang mau bilang ke orang tuanya jadi dia tidak bilang.

Hari sabtu  siang Rani pamit mau nginap dirumah Reni dan pulang besok sore. Yang pada saat itu yang bisa naik motor Cuma riza dan Achmad jadi dibagi dua . Karena teman-temannya tau e Rani deket sama Achmad jadi ya Rani berboncengan sama Achmad kemudian Riza sama Reni. Selama berboncengan Achmad memberikan batas tasnya dan Rani juga menaruh tasnya di tengah perjalanan belum sempai peristiwa kecelakaan itu terjadi huuuh. 

Rani jatuh keliru jalan dan Achmad ketengah dengan luka di kakinya yang cukup parah. Membuat dirinya tidak bisa mengendarai sepeda motor Rani kebingungan dan akhirnya Reni menelpon bapak Rani “ bapak Rani kecelakaan” bapak Rani kaget “ loh ren Rani kan dirumah mu kok bisa kecelakaan”, Reni menjelaskan “ iya pak tapi saya ajak ke Ngawi buat sambang nenek saya terus motor yang dikendarai Rani sama teman saya jatuh karena lubang di depannya pak jadi jatuh”, bapak Rani kebingungan dan langsung menyusul Rani diperbatasan kota. 

Rani marah sama Achmad dan menganggap semuanya kesalahan Achmad, saat bapak Rani datang Rani tertunduk dan takut akhirnya bapak Rani memanggil pengendara truk untuk di mintaki tolong mengangkut motor Achmad dan Achmad.

Karena Achmad tinggal bersama neneknya dan orang tuanya berpisah sehingga bapak Rani yang harus muter-muter bantu Achmad. Setelah Rani Sampai di rumah bapak Rani kembali menjemput Achmad.

Bapak Rani marah sekali dengan sikap rani. Rani dihukum dengan tidak boleh main sama Reni dan riza setiap berangkat dan pulang sekolah Rani di jemput. 

Hingga pada saat disekolah Rani menjauhi temannya dan juga Achmad . Achmad selalu mendekati dan memintak maaf dan Rani menjauh hingga sampai pada saat Achmad lulus  dia mendekati Rani yang sedang makan dikantin “ Rani aku boleh bicara sebentar, aku bingung ran harus sekolah dimana atau aku gak usah sekolah ya lalu kerja aja” , entah apa yang membuat Rani mau menjawab pertanyaan itu “ iya kamu harus sekolah lah” Achmad bertanya lagi pada Rani” aku sekolah dimana menurut mu”, Rani menjawab “ sesuaikan aja dengan yang kamu sukai, kan suka motor ya ambil yang berbau motor” akhirnya Achmad punya semangat sekolah. 

Meraka udah tidak lagi sekolah tapi Achmad selalu menyempatkan menemui Rani dan Rani tidak pernah perduli Sampai akhirnya Rani kelas 3 dan bapak Rani pada saat itu sakit sesak dan ibu Rani juga jantungnya kambuh Rani seperti putri tinggal padahal punya kakak. Rani merawat kedua orang tuanya, dan bapak Rani bertanya “ dan kalau tidak lanjutkan sekolah tidak apa-apa Rani yang memiliki tabungan akhirnya memiliki tetap sekolah uang yang ada di tabungan Rani pada saat itu sekitar Rp  1.200.000,00 setelah pembagian kelulusannya dan uangnya diberikan uang itu ia berikan pada orang tuanya Rp 500.000,00 dan ia memegang Rp 700.000,00 ia gunakan membeli sragam sekolah SMA dan ia mencari biasiswa benar sekali ia lolos biasiswa penuh di salah satu sekolah yang Besicnya pondok.

Sungguh jalan hidup Rani benar-benar berubah ia pada kelas 1 memilih mondok karena temanya tak ingin berangkat bersamanya, dari sisa uang yang dimilikinya ia gunakan membayar pondok yang pada saat biayanya setahun cukup terjangkau dengan mendapatkan makan. Rani uangnya tinggal Rp 500.000,00 ia gunakan untuk biaya pondok dan Achmad selalu datang kesekolah Rani , achamd selain sekolah dia juga bekerja ia sangat membantu Rani setiap bulan Achmad memberikan Rani uang untuk saku orang tua Rani tidak tau tentang hal ini.

Sudah dua bulan achamd memberikan Rani uang dengan total Rp 400.000,00 Rani pernah mau menerima Achmad untuk jadi kekasihnya tapi tak disangka pada bulan ketiga Achmad sudah tidak pernah datang menemui Rani. 

Rani mulai meminta pada orang tuanya. Saat Rani mulai kelas 2 SMA Rani mulai memilih keluar pondok dan pulang pergi dari rumah dan di akhir kelas 2nya Achmad datang dan memintak maaf sudah menghilang tanpa memberikan kabar. Rani yang sudah tidak perduli hanya diam dan bilang “ ngapain sih kesini aku mau pulang”, achamd mengikuti Rani sambil berkata “ setelah lulus aku akan kerja ke Kalimantan ikut ayah aku, kamu mau tidak nunggu aku” dengan tegas Rani menjawab “ tidak, pergi sana pergi aku gak mau nunggu kamu lagian kamu bukan siapa-siapa aku” lalu Rani berhenti dan bilang “ jangan ngikutin aku lagi pergi sana “.

Achmad meninggalkan Rani dengan mata yang berkaca-kaca Rani sungguh tidak perduli bagi Rani ia sudah tak ingin mengenal Achmad Rani hanya ingin membahagiakan orang tuanya saja cukup itu saja. Sejak saat itu Rani dan Achmad tidak lagi bertemu dan tidak lagi menjalin komunikasi melalui apa pun.

Hingga saat kelas 3 belalu Rani mulai memilih kuliah dan sebelum kuliah ia bekerja di salah satu toko di pasar dekat rumahnya dengan gaji yang tidak seberapa tapi ia telateni karena buat biaya ia kuliah. Rani berhasil keterima kuliah dengan biasiswa lagi. Sungguh bahagia kedua orang tuanya, Rani pada saat pertama kali ke kampusnya berangkat bersama teman-teman naik bus. Itu kali pertama Rani naik bus.


Suatu hari dimana seorang gadis harus menghadapi sebuah situasi  yang tak seharusnya dihadapi dan harus  dia hadapi. Hal  itu terjadi pada saat ia memulai bangku sekolah dasarnya yaitu pada kelas 3, ia terlahir dari keluarga yang tidak begitu kaya alias serba kekurangan.

Dia merupakan gadis kecil yang aktif dan pandai. Namun karena kondisi keluarga yang serba kekurangan ia harus dijahui oleh teman-temannya. Ia tidak memiliki teman. Ia bermain dengan dirinya sendiri, permainan itu kadang membuatnya merasa kesepian apalagi kedua orang tuanya sibuk bekerja menjadi buruh disawah, kalo udah musim panen bisa jadi ia hanya ketemu orang tuanya saat malam dan hasil yang diperoleh oleh kedua orang tuanya hanya cukup untuk makan dan membayar sekolah, terlebih lagi hutang yang begitu banyak.

Ia anak kedua dari pasangan suami istri hadi dan marni, dan seorang kakak perempuan Sri. Seharusnya ia tidak merasa kesepian karena memiliki kakak perempuan tapi tidak dia selalu sendirian. Kakak perempuannya tak pernah memperhatikan dirinya entah apa salahnya tapi kakaknya tak pernah menyayangi dirinya. 


Semasa kecilnya ia dititipkan dirumah neneknya. Neneknya itu pelit banget setiap Rani kecil pulang sekolah tidak pernah ada makanan, rani keci selalu kelaparan bermain tidak boleh, tidur pun tidak boleh. Rani kecil hanya jadi pesuruh “Rani belikan cabe” setelah cabe didapat neneknya memerintahkan lagi “rani tahunya lupa, balik lagi ya belikan tahu” itu tanpa dikasih makan Sampek sore. 

Untung Rani kecil pandai menabung setiap ada uang belajar lebih dengan nominal tak seberapa ia sisikan ia kumpulkan. Dan jika Rani kecil lapar ia akan pulang karena rumahnya terdiri dari papan yang banyak bolongnya sehingga ia bisa masuk melewati lubang kecil itu untuk mengambil makanan dirumahnya , karena neneknya pelit. 

Hingga suatu hari Rani kecil kelelahan dan menceritakan segalanya pada orangtuanya dan akhirnya Rani kecil memilih tinggal dirumahnya sendirian dari pada sama neneknya. 

Kakak perempuannya Rani selalu pulang sore karena dia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler disekolahnya oleh sebab itu Rani kecil selalu sendirian. Ia dan kakaknya terpaut usia 9 tahun jadi ketika ia kelas 3 sekolah dasar kakaknya sudah SMP (sekolah menengah pertama) kelas 3.

Waktu semakin berlalu Rani kecil sudah kelas 5 dimasa ini ia harus menghadapi masalah besar yang dihadapi oleh Rani yang baru kelas 5. Rani kecil di fitnah oleh kakeknya sendiri dituduh menulis kata kasar di tembok oleh “bibik jahat kayak anjing”. Rani kecil tidak menulisnya tapi entah mengapa kakeknya tega menuduhnya hingga bibiknya murka dan menunggu Rani kecil di lperempatan jalan depan masjid di desanya yang jalan itu begitu rame. 

Rani kecil yang pulang bersama teman-temannya langsung dihadang bibiknya di tenggah jalan dan di tampari hingga pipinya bengkak, seperti orang gila yang lagi ngamuk Rani ketakutan dan lari kedalam kamar mandi di masjid itu dan bibiknya terus menerus mengomel. 

Rani kecil ketakutan dan bapaknya Rani kecil yang kerja disawah Sampek dipanggil orang desanya diminta pulang menjemput Rani kecil yang ketakutan dan bersembunyi, Rani kecil yang peringan jadi pemurung. 

Dari kejadian itu Rani langsung demam dan sakit beberapa hari. Hal itu tak berhenti hanya sampai disitu saja. Rani kecil di buli dan di jauhi teman-temanya. Rani ditanya oleh kedua orang tuanya rani nulis ditembok rumah nenek ta?, Rani  menjawab tidak kok, Rani aja gak pernah kerumahnya nenek kalau gak lebaran” trus dihadapan bapak , ibu dan kepala desa Rani di mintak menulis sama seperti kalimat yang ada di tembok itu dan jelas tulisan itu bukan tulisan Rani. 

Akhirnya masalah itu diselesaikan bersama keluarga Rani kecil yang tak bersalah di suruh bersumpah di atas Al Qur’an. Konyolkan, jelas tulisan itu tidak sama dengan tulisan Rani  tapi Rani kecil di suruh yang bersumpah. Dan dengan begitu saja masalah ini dianggap selesai sungguh tidak adil bagi Rani kecil yang malang.
Pada saat Rani kelas 6 sekolah dasar Rani kecil malah menghadapi masa-masa sulit yang harus dilalui oleh gadis kecil, kakanya.

Bersambung…

Cerita pendek ini diceritakan oleh seorang yang berinisial Rani A.S

MGID MOBILE

Diberdayakan oleh Blogger.